Kesehatan Mental (part 2)


Ruang Lingkup Kesehatan Mental

Kalangan ahli kesehatan mental (mental hygienist) memberikan batasan bahwa ruang lingkup kesehatan mental adalah (1) pemeliharaan dan promosi kesehatan mental individu dan masyarakat, dan (2) prevensi dan perawatan terhadap penyakit dan kerusakan mental. Secara garis besar ruang lingkup kerja kesehatan mental itu mencakup hal-hal berikut:[1]

  1. Promosi kesehatan mental, yaitu usaha-usaha peningkatan kesehatan mental.  Usaha ini dilakukan berangkat dari pandangan bahwa kesehatan mental bersifat kualitatif dan kontinum serta dapat ditingkatkan sampai batas optimal.
  2. Prevensi primer, adalah usaha kesehatan mental untuk mencegah timbulnya gangguan dan sakit mental. Usaha ini dilakukan sebagai proteksi terhadap kesehatan mental masyarakat agar gangguan dan sakit mental itu tidak terjadi.
  3. Prevensi sekunder, adalah usaha kesehatan mental menemukan kasus dini (early case detection) dan penyembuhan secara tepat (prompt treatment) terhadap gangguan dan sakit mental. Usaha ini dilakukan untuk mengurangi durasi gangguan dan mencegah agar jangan sampai terjadi cacat pada seseorang atau masyarakat.
  4. Prevensi tersier, merupakan usaha rehabilitasi awal yang dapat dilakukan terhadap orang yang mengalami gangguan kesehatan mental. Usaha ini dilakukan untuk mencegah drasbilitas atau ketidakmampuan. Jangan sampai mengalami kecacatan menetap.

Atas dasar ini maka ruang lingkup mempelajari kesehatan mental tidak saja berhubungan dengan perawatan perawatan kesehatan individual (individual health care) tetapi juga pelayanan kesehatan pada masyarakat (community health care) dan justru pelayanan kesehatan masayarakat ini menjadi fokus utama dalam kesehatan mental.

KESIMPULAN

Dahulu orang menduga bahwa penyebab penyakit mental adalah syaitan-syaitan, roh-roh jahat dan dosa-dosa. Kemudian diadakan perbaikan dalam menanggulangi orang-orang yang terganggu mentalnya. Sebagai contoh ialah jasa-jasa Philippe Pinel di Perancis dan William Tuke dari Inggris. Setelah itu muncul sikap yang lebih ilmiah terhadap penyakit mental yaitu sejajar dengan berkembangnya ilmu pengetahuan alam di Eropa. Diantara tokoh-tokohnya adalah Dorothea Dix di Amerika dan Clifford Whittingham Beers.

Untuk dapat menikmati hidup ini, diperlukan pemahaman atas konsep dasar kesehatan mental, yaitu motivasi (motivation), pertarungan psikologikal (psychologgical conflict), kerisauan (anciety), dan cara membela diri.

Tujuan mempelajari kesehatan mental adalah memahami kesehatan mental dengan segenap faktor yang mempengaruhi dan usaha-usaha yang dapat meningkatkannya sekaligus meningkatkan kesehatan mental masyarakat.

Ruang lingkup kesehatan mental mencakup promosi, prevensi primer, prevensi sekunder dan prevensi tersier.


[1] Moeljono Notosoedirdjo, Kesehatan Mental… hal. 18.

Sebelumnya : Kesehatan Mental (part 1)

C.   Ruang Lingkup Kesehatan Mental

Kalangan ahli kesehatan mental (mental hygienist) memberikan batasan bahwa ruang lingkup kesehatan mental adalah (1) pemeliharaan dan promosi kesehatan mental individu dan masyarakat, dan (2) prevensi dan perawatan terhadap penyakit dan kerusakan mental. Secara garis besar ruang lingkup kerja kesehatan mental itu mencakup hal-hal berikut:[1]

1. Promosi kesehatan mental, yaitu usaha-usaha peningkatan kesehatan mental.  Usaha ini dilakukan berangkat dari pandangan bahwa kesehatan mental bersifat kualitatif dan kontinum serta dapat ditingkatkan sampai batas optimal.

2. Prevensi primer, adalah usaha kesehatan mental untuk mencegah timbulnya gangguan dan sakit mental. Usaha ini dilakukan sebagai proteksi terhadap kesehatan mental masyarakat agar gangguan dan sakit mental itu tidak terjadi.

3. Prevensi sekunder, adalah usaha kesehatan mental menemukan kasus dini (early case detection) dan penyembuhan secara tepat (prompt treatment) terhadap gangguan dan sakit mental. Usaha ini dilakukan untuk mengurangi durasi gangguan dan mencegah agar jangan sampai terjadi cacat pada seseorang atau masyarakat.

4. Prevensi tersier, merupakan usaha rehabilitasi awal yang dapat dilakukan terhadap orang yang mengalami gangguan kesehatan mental. Usaha ini dilakukan untuk mencegah drasbilitas atau ketidakmampuan. Jangan sampai mengalami kecacatan menetap.

Atas dasar ini maka ruang lingkup mempelajari kesehatan mental tidak saja berhubungan dengan perawatan perawatan kesehatan individual (individual health care) tetapi juga pelayanan kesehatan pada masyarakat (community health care) dan justru pelayanan kesehatan masayarakat ini menjadi fokus utama dalam kesehatan mental.


KESIMPULAN

Dahulu orang menduga bahwa penyebab penyakit mental adalah syaitan-syaitan, roh-roh jahat dan dosa-dosa. Kemudian diadakan perbaikan dalam menanggulangi orang-orang yang terganggu mentalnya. Sebagai contoh ialah jasa-jasa Philippe Pinel di Perancis dan William Tuke dari Inggris. Setelah itu muncul sikap yang lebih ilmiah terhadap penyakit mental yaitu sejajar dengan berkembangnya ilmu pengetahuan alam di Eropa. Diantara tokoh-tokohnya adalah Dorothea Dix di Amerika dan Clifford Whittingham Beers.

Untuk dapat menikmati hidup ini, diperlukan pemahaman atas konsep dasar kesehatan mental, yaitu motivasi (motivation), pertarungan psikologikal (psychologgical conflict), kerisauan (anciety), dan cara membela diri.

Tujuan mempelajari kesehatan mental adalah memahami kesehatan mental dengan segenap faktor yang mempengaruhi dan usaha-usaha yang dapat meningkatkannya sekaligus meningkatkan kesehatan mental masyarakat.

Ruang lingkup kesehatan mental mencakup promosi, prevensi primer, prevensi sekunder dan prevensi tersier.



[1] Moeljono Notosoedirdjo, Kesehatan Mental… hal. 18.

About these ads
This entry was posted in makalah, Pemikiran, Pendidikan and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s