Hadis Ahkam & Hadis Musalsal


HADIS AHKAM

Hadis Ahkam adalah hadis tentang hukum-hukum syara’. Banyak para ulama yang telah menyusun hadis-hadis hukum dalam berbagai kitab karangannya, diantaranya:

  1. Sunan Al Daruquthni, karya Abu Al Hasan ‘Ali ibn ‘Umar Al Bagdadi (385 H).
  2. Al Ahkam Al Kubra dan Al Ahkam Al Shugra, karya Abu Muhammad ‘Abd Al Haq ibn Al Rahman Al Asybili (581 H).
  3. Al Ahkam dan ‘Umdah Al Ahkam ‘an Sayyid Al Anam, karya ‘Abd Al Gani ibn ‘Abd Al Wahid Al Maqdisi (600 H).
  4. Al Imam fi Ahadis Al Ahkam dan Al Ilmam bi Ahadis Al Ahkam, karya Muhammad ibn ‘Ali, yang terkenal dengan Ibn Daqiq Al ‘Abd (702 H).
  5. Al Muntaqa fi Al Ahkam, karya ‘Abdussalam ibn ‘Abdullah ibn Taimiyah Al Harani (652 H).
  6. Al Muharrar, karya Syamsyuddin Abu ‘Abdullah ibn ‘Imamuddin Ahmad ibn ‘Abdulhadi Al Maqdisi yang terkenal dengan Ibn Qadamah (744 H).
  7. Taqrib Al Asanid wa Tartib Al Masanid, karya Al ‘Iraqi (806 H).
  8. Bulug Al Maram min Adillah Al Ahkam, karya Al Hafiz Ahmad ibn ‘Ali ibn Hajar Al ‘Asqalani (852 H).
  9. Dalail Al Ahkam min Ahadis Al Nabiy saw., karya Ibn Syaddud Al Halabi.[1]

[1] Nama-nama kitab ini diambil dari Ushul Al Takhrij wa Dirasah Al Asanid karangan Dr. Mahmud Al Thahhan (Riyad: Maktabah Al Ma’arif, 1991), hal. 124. Tengku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy. Pokok-Pokok Ilmu Dirayah Hadits (Jakarta: Bulan Bintang, 1976), Jilid II hal. 330 – 333. Endang Soetari. Ilmu Hadis… hal. 57. Tengku Muhammad Hasbi Ash Shiddieqy. Sejarah dan Pengantar Ilmu Hadis, hal. 99 dan 114.

HADIS MUSALSAL

Menurut bahasa musalsal berarti bersambungnya sesuatu dengan lainnya. Sedangkan menurut istilah, adalah hadis yang mata rantai perawinya saling bersambung satu dengan lainnya, memiliki satu sifat dalam periwayatan dan peng-isnad-annya.[1] Dengan kata lain, musalsal adalah hadis yang sanadnya bertemu dengan satu keadaan atau satu sifat—berupa ucapan maupun perbuatan—yang berulang-ulang dalam para perawi atau periwayatan atau berkaitan dengan masa ataupun tempatnya.[2]

Definisi di atas mencakup musalsal, qauliyah, fi’liyah, zamaniyah, makaniyah, wasfiyah. Terkadang Hadis Musalsal dapat diketahui dari:

  1. Ucapan dan atau perbuatan para perawinya.
  2. Cara-cara penerimaan hadis.
  3. Waktu dan tempat periwayatan hadis.

Bersambungnya mata rantai para perawi hadis tidak bias menjamin keselamatan mata rantai itu dari kelemahan, tetapi tidak pada matannya. Sebab, matan hadis terkadang shahih sementara mata rantai sanadnya tak lepas dari penilaian para ahli hadis.

Oleh karena itu, diantara hadis-hadis musalsal, ada yang shahih, hasan, dha’if dan bathil, tergantung pada keadaan para perawinya. Ulama telah menjelaskan semua itu. Tasalsul merupakan sifat bagi sebagian sanad dan sifat ini tidak serta merta mengindikasikan keshahihan atau kedha’ifan. Karena keshahihan suatu hadis tergantung pada ke-muttashil-an rangkaian para perawi yang adil lagi dhabith dari segi criteria sanad dan tidak ada syudzudz dari segi matannya, disamping tidak adanya illat pada salah satunya atau keduanya.

Sejumlah ulama telah menyusun karya dalam bidang ini. Diantaranya:[3]

  1. Al Musalsalat, karya Isma’il ibn Ahmad ibn Al Fadhl Al Taimiy (535 H).
  2. Al Ahadis Al Musalsalat, karya Muhammad ibn ‘Abd Al Wahid Al Maqdisiy (643 H).
  3. Al Musalsalat Al Kubra dan Al Jiyad Al Musalsalat, karya Al Imam Jalaluddin Al Suyuthi (911 H).
  4. Al Fawaid Al Jalilah, karya Syeikh Muhammad ibn ‘Aqilah (1150 H).

[1] Al Sayyid Muhammad ibn Alawi Al Maliki Al Hasani. Mutiara Pokok Ilmu Hadis terj. Al Manhal Al Lathif fi Ushul Al Hadits Al Syarif (Bandung: Trigenda Karya, 1995), hal. 56.

[2] Dr. Muhammad ‘Ajaj Al Khatib. Ushul Al Hadis; Pokok-Pokok Ilmu Hadits (Jakarta: Gaya Media Pratama, 2003), hal. 340.

[3] Dr. Muhammad ‘Ajaj Al Khatib. Ushul Al Hadis; Pokok-Pokok Ilmu Hadits, hal. 344.

This entry was posted in Hadis, makalah, Pemikiran and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s