Refleksi Qurban 1437 H


​* Allah tidak pernah mengambil sesuatu dari hamba yang dicintai kecuali Allah ganti dengan yang lebih baik atau mengabadikannya di surga. (Ismail disuruh disembelih) 

* Jadikan hewan yang kita qurbankan sebagai bentuk persembahan & rasa syukur kita kepada Allah.

* Dibalik itu, yakinkan dalam diri bahwa Qurban tahun ini akan Allah ganti

* Niatkan dalam hati supaya tahun depan & tahun-tahun berikutnya kita bisa Istiqomah melaksanakan sholat Idul Adha sekaligus Qurban di tanah suci Mekkah.

* Selalu ingat bahwa Qurban diperintahkan setelah sholat, jadi jangan pernah lupa, lalai apalagi berani meninggalkan sholat. (QS. Al-Kautsar). Jika sudah selalu malas atau tidak pernah mau sholat, maka mintalah kepada ulama/ustadz supaya “disholatkan”

* Jika tahun ini kita sudah mampu Qurban, apalagi jika ada yang memaksakan Qurban karena merasa sudah rutin tiap tahun, maka yakinlah bahwa saat ini kita sedang mengabadikan nikmat Allah. Dan jika suatu saat nanti Allah membalas semua pengorbanan kita, maka berikanlah & kembalikanlah kepada Allah minimal 2,5 %.  Caranya; banyak sodaqoh, infaq kemanapun untuk dakwah Islam, membantu faqir miskin, dll. Niscya selalu Allah tambah min haitsu laa yahtasib (rizki yang tidak pernah diduga).

* Jika kita belum mampu ibadah Qurban, maka berqurbanlah sesuai kemampuan kita. Jangan cuma bisa Qurban perasaan. Orang tua dulu selalu mengajarkan; usahakan tiap tahun berqurban. Ga mampu unta – ya sapi, ga mampu sapi – ya kambing, ga mampu kambing – ya ayam, ga mampu ayam – ya apapun harta kita yang bisa kita korbankan. Jangan lupa tiap qurban sambil niat supaya tahun depan bisa qurban lagi yg lebih baik. 

* Kok bisa korban selain unta, sapi & kambing? Namanya korban sudah pasti bisa, yang ga bisa itu masuk kategori Qurban alias قربان atau اضحية. Paling tidak dengan korban selain hewan yang disyariatkan, ada satu ikhtiar bahwa kita memang benar-benar ingin Qurban dan supaya Allah mengabulkannya secepat mungkin.

* Contoh ikhtiar atau belajar Qurban bisa melalui patungan beli kambing dari beberapa orang, semampunya saja. Yang penting saat mau disembelih, niatkan qurban untuk ummat Islam (berarti yang patungan kambing juga termasuk ummat Isam kan).
Wallahu a’lam.

This entry was posted in Pemikiran and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s