PERANAN KEPALA SEKOLAH SEBAGAI SUPERVISOR (Bab IV-Daftar Pustaka)


BAB IV PENUTUP

A.    Kesimpulan

Kepala sekolah SMP Islamiyah kurang memahami konsep dasar supervisi dan kurang memahami tugas sehingga kurang maksimal dalam melaksanakan fungsinya sebagai supervisor sekalipun beberapa tindakan dan programnya sudah ada yang termaksud di dalam teori supervisi.

Upaya kepala Sekolah dalam meningkatkan kompetensi guru lebih mengedepankan aspek material dan pelaksanaannya mengandalkan pembantu-pembantunya secara tidak langsung, kurang mementingkan aspek pembelajaran dan peningkatan keilmuan.

Teknik yang digunakan kepala sekolah adalah teknik memaksimalkan fungsi organisasi dan administrasi secara formal dan kaku sehingga menyebabkan beberapa rekan guru menjadi takut bukan segan. Menegur guru melalui kegiatan formal (rapat guru) saja tidak secara langsung dan terkesan tidak mau disalahkan serta menghindarkan diri dari kritikan guru secara langsung dan selalu menjaga image dan tidak ingin disalahkan bila ada kesalahan-kesalahan. Walaupun begitu, kepala sekolah SMP Islamiyah selalu terbuka untuk hal-hal kemajuan dan perkembangan dalam bidang fisik bangunan dan fasilitas sekolah.

B.     Rekomendasi

Berdasarkan kajian dalam makalah ini, maka kami merekomendasikan beberapa hal berikut:

  1. Diharapkan Kepala Sekolah SMP Islamiyah memperdalam lagi teori-teori supervisi.
  2. Diharapkan Kepala Sekolah SMP Islamiyah mau melaksanakan fungsinya sebagai supervisor secara langsung.
  3. Diharapkan Kepala Sekolah SMP Islamiyah mengedepankan aspek persahabatan secara non-formal tanpa mengandalkan kekuatan pembantu-pembantunya sehingga guru tidak canggung untuk meminta kritikan dan pembaharuan dalam kegiatan pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA

Danim, Sudarwan. 2002. Inovasi Pendidikan : Dalam Upaya Meningkatkan Profesionalisme Tenaga Kependidikan. Bandung : Pustaka Setia.

Depdiknas. 2006. Standar Kompetensi Kepala Sekolah TK,SD, SMP, SMA, SMK & SLB, Jakarta : BP. Cipta Karya.

———–. 2006. Peraturan Pemerintah No. 14 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. http://www.depdiknas.go.id/ inlink. (Accessed: 9 Februari 2003).

Dilworth, Mary E. and David G. Imig. 1995. Professional Teacher Development and the Reform Agenda. ERIC Digest. (Accessed: 31 Oktober 2002).

Moqvist, Louise. 2003. The Competency Dimension of Leadership: Findings from a Study of Self-Image among Top Managers in the Changing Swedish Public Administration. Centre for Studies of Humans, Technology and Organisation, Linköping University.

National Board for Professional Teaching Standards. 2002. Five Core Propositions. NBPTS HomePage.. (Accessed: 31 Oktober 2002).

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah.

Suyanto dan Djihad Hisyam. 2000. Refleksi dan Reformasi Pendidikan Indonesia Memasuki Millenium III. Yogyakarta : Adi Cita.

T.J., Sergiovanni and Starratt, R.J. 1993. Supervision: Human Perspectives. New York: McGraw-Hill.

Wahjosumidjo. 2005. Kepemimpinan Kepala Sekolah, Jakarta: PT Raja Garfindo Persada.

Wiyono, Bambang Budi. 2000. Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Semangat Kerja Guru dalam Melaksanakan Tugas Jabatan di Sekolah Dasar. (abstrak) Ilmu Pendidikan: Jurnal Filsafat, Teori, dan Praktik Kependidikan. Universitas Negeri Malang. (Accessed: 31 Oktober 2002).

This entry was posted in cirebon, makalah, Pendidikan, Penelitian and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s