Al-Qur’an, Kebenaran Filosofis & Solutif


Sering kali kita mendengar dan mengamalkan filosofi-filosofi yang kelihatannya benar tetapi sebenar salah besar bahkan menyesatkan, namun sudah terlanjur menjadi nilai yang mengakar dikebanyakan kalangan masyarakat apalagi kalau filosofi-filosofi itu keluar dar lisan seorang tokoh yang seharusnya menjadi panutan.

Memang kadang-kadang kata-kata yang filosofis lebih keren dan mudah untuk dicerna oleh sebagian kalangan, okelah silahkan kita semua berfilosofi asal tetap berpijak dan selaras dengan Al-Qur’an, karena sebenarnya Al-Qur’an sudah sangat Filosofis, tinggal kita mengemas dengan bahasa yang lebih keren dan ngetren, gak ada masalah, is Ok.

Mari coba kita introspeksi dengan tidak hanya menyadari kekeliruan selama ini, tetapi yang terpenting adalah segera mengganti sistem nilai / filosofi yang telah lama terlanjur masuk dalam qalbu kita dengan filosofi yang diajarkan Al-Quran, yang menjadi penggerak atau sikap mental kita dalam kehidupan sehari-hari

1). Bila selama ini kita MUDAH MARAH, mungkin dikarenakan kita masih menggunakan filosofi lama yaitu MARAH DIBOLEHKAN asalkan pada tempatnya.
Gantilah filosofi ini dengan :

“ (Orang yang bertaqwa ) yaitu orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang MENAHAN AMARAHNYA dan MEMAAFKAN (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Ali Imran : 134)

2). Bila selama ini JIWA kita SEMPIT , mungkin dikarenakan kita menggunakan filosofi lama yaitu SABAR ADA BATASNYA. Gantilah filosofi ini dengan filosofi :

“…BERSABARLAH terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang DIWAJIBKAN Allah ( QS Luqman : 17)

3). Bila selama ini GAMPANG BERBUAT DOSA , mungkin pengaruh dari filosofi lama yaitu keberadaan kita kelak, dineraka atau disurga SUDAH DITAKDIRKAN Allah.
Gantilah filosofi ini dengan ayat-ayat Al-Quran …

“(Hukum-hukum tersebut) itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah. Barangsiapa TAAT kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam SURGA yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar. Dan barangsiapa yang MENDURHAKAI Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam API NERAKA sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan.” (QS An-Nisa : 13-14)

“Barangsiapa yang mengerjakan amal yang SALEH maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barangsiapa yang berbuat JAHAT maka (dosanya) atas dirinya sendiri; dan sekali-kali tidaklah Tuhanmu menganiaya hamba-hamba (Nya).” (QS Fushilat : 46)

4). Bila selama ini MUDAH PUTUS ASA, jangan-jangan karena digunakannya filosofi lama yaitu Allah bisa saja membebani seseorang dengan beban DI LUAR BATAS kesanggupannya. Gantilah filosofi ini dengan :

“Sesungguhnya Allah TIDAK BERBUAT ZALIM kepada manusia SEDIKITPUN, akan tetapi manusia itulah yang BERBUAT ZALIM kepada DIRI mereka sendiri.”( QS Yunus :44) An-nisa :40)

“Kami tiada membebani seseorang melainkan MENURUT KESANGGUPANNYA, dan pada sisi Kami ada suatu kitab yang membicarakan kebenaran, dan mereka TIDAK DIANIAYA.” (QS Al-Mukminun : 62) lihat juga QS Al-Baqarah :286 ; Ath-Thalaq :7.

5). Bila selama ini kita KECEWA karena sudah merasa rajin beribadah tetapi MUSIBAH tetap saja datang, boleh jadi inipun akibat filosofi lama yaitu jika semua perintah Allah dipatuhi maka kita TIDAK AKAN DIBERINYA MUSIBAH (UJIAN).
Gantilah filosofi ini dengan :

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan KEBURUKAN dan KEBAIKAN sebagai COBAAN (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (QS Al-anbiya : 35)

” Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? ( QS.Al-Ankabut : 2 )

6). Bila selama ini kita CUEK tidak tergerak dalam kegiatan IBADAH, mungkin masih terpatri filosofi lama yaitu hidup ini bagaikan WAYANG yang masing-masing peranannya sudah ditentukan sebelumnya oleh sang DALANG.
Gantilah filosofi ini dengan:

“Dan katakanlah: “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang INGIN BERIMAN hendaklah ia BERIMAN, dan barangsiapa yang INGIN KAFIR biarlah ia KAFIR”. Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang-orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.. (QS. Al-Kahfi : 29)

“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai HATI, tetapi TIDAK DIPERGUNAKANNYA untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai MATA tetapi TIDAK DIPERGUNAKANNYA untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai TELINGA tetapi TIDAK DIPERGUNAKANNYA untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu SEPERTI binatang ternak, bahkan mereka LEBIH SESAT lagi. Mereka itulah orang-orang yang LALAI.(QS Al-Araaf :179)

7). Bila selama ini kita membebaskan keluarga kita dalam memilih Agama dan Pendidikan, pastilah biang keroknya ajaran filosofi lama yaitu SEMUA AGAMA ITU SAMA karena tidak ada agama yang mengajarkan keburukan.
Gantilah filosofi lama itu dengan :

“Sesungguhnya AGAMA (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah ISLAM. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.” (QS Ali Imran : 19)

“Barangsiapa mencari agama SELAIN AGAMA ISLAM, maka sekali-kali TIDAKLAH AKAN DITERIMA (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (QS Ali Imran : 85)

Ini hanya sebagian kecil dari introspeksi diri yang harus kita lakukan, dan masih banyak lagi sikap dan perbuatan yang harus dibenahi, untuk mencapai hidup yang HAKIKI, bahwa hidup ini hanyalah sekedar penantian untuk mengumpulkan bekal mempersiapkan diri untuk menempuh hidup yang sebenarnya di akhir nanti ….

Sumber : http://de-inspirators.blogspot.com/

This entry was posted in filsafat, mistis, Pemikiran and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s