UNSUR-UNSUR SEMIOLOGI: LANGUE DAN PAROLE (Roland Barthes)


Konsep (dikotomis) langue/parole sangat penting dalam pemikiran Saussure dan pasti telah membawa suatu pembaharuan besar bagi linguistik sebelumnya. Untuk mengembangkan dikotomi yang terkenal itu, Saussure mulai dengan sifat bahasa yang “berbentuk jamak dan beragam”, yang pada pandangan pertama tampak bagaikan suatu realita yang tak dapat dikelompok-kelompokkan. Di samping itu, terdapat parole yang mencakup bagian bahasa yang sepenuhnya bersifat individual (bunyi, realisasi aturan-aturan, dan kombinasi tanda-tanda yang terjadi sewaktu-waktu).

Jadi, dapat dikatakan bahwa langue adalah langue dikurangi parole: itu adalah suatu institusi sosial sekaligus juga suatu sistem nilai. Sebagai sistem sosial, langue sama sekali bukan tindakan, tidak direncanakan sendiri: itulah sisi sosial dari langue.

Berlainan dengan langue yang merupakan institusi dan sistem, parole terutama merupakan suatu tindakan individual yang merupakan seleksi dan aktualisasi; parole pertama-tama terdiri dari “kombinasi dan berkat kombinasi inilah maka subjek pembicara dapat menggunakan kode bahasa itu untuk mengungkapkan pemikiran pribadinya” (pengertian parole yang luas ini dapat disebut wacana).

Langue dan parole: istilah ini masing-masing tidak dapat mempunyai makna sepenuhnya kecuali dengan proses dialektik yang menghubungkannya satu sama lain: tidak ada langue tanpa parole, dan tak ada parole yang berada di luar langue, dalam hubungan inilah terletak aktivitas linguistik yang sebenarnya.

Pemisahan langue dan parole membentuk essensi analisis linguistik; namun, akan sia-sialah mengusulkan secara tergesa-gesa pemisahan semacam ini untuk sistem objek, gambar, atau sikap yang belum dipelajari dari segi semantik.Hubungan antara langue dan parole di sini akan cukup dekat dengan hubungan yang ditemukan dalam langage: secara garis besar, dapat dikatakan bahwa penggunaan parole, yaitu semacam pengendapannya, membentuk langue makanan.

Yang dilakukan secara arbitrer dalam perspektif langue/parole, dapat dikemukakan pula beberapa saran tentang sistem objek yang memang sangat berbeda, tetapi masih mempunyai persamaan, yaitu keduanya tergantung dari kelompok pengambil keputusan (dalam produksi).Langue itu terbentuk dari aturan-aturan dalam penggabungan unsur-unsur yang berbeda dalam tahap penyusunan ruangan (dekorasi). Dalam hal ini, parole terbentuk dari berbagai variasi yang tak berarti yang dapat dilakukan para pemakai pada suatu unsur.

Sistem-sistem yang paling menarik, setidak-tidaknya yang tercakup dalam sosiologi komunikasi massa, adalah sistem yang kompleks; di dalamnya terkait berbagai substansi.

Perluasan semiologis sistem langue/parole tidak berlangsung tanpa menimbulkan masalah. Hal itu terjadi bersamaan dengan adanya permasalahan bahwa model linguistik tak dapat diikuti lagi dan perlu diubah. Di dalam langage, tak ada yang dapat masuk ke dalam langue sebelum sebelum digunakan dalam parole, sebaliknya, tak ada parole yang mungkin hadir (artinya melaksanakan fungsi komunikasinya) bila unsur itu tidak diambil dari kekayaan langue.

This entry was posted in Informasi, makalah, Penelitian and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s